Friday, August 27, 2010

Seni Kolase atau Montage

Referensi: ilhamendra.wordpress.com/beranda/Kolase adalah karya gunting tempel ( cut and paste ), pemotongan objek - objek biasanya berupa gambar, dan kemudian kita menempelkan objek - objek itu dengan perekat misal: lem atau sejenisnya.

Sejarah
Kolase dapat dikatakan muncul, yaitu setelah perang dunia pertama, dan pada awalnya terjadi di bidang fotografi. Tetapi, kolase ini baru mulai mendapatkan perhatian yang serius bagi para seniman ketika terjadi gerakan kreativitas yang baru di Berlin, Jerman, yang dikenal dengan gerakan Dada.
Para aktivis Dada, di antaranya John Heartfield, Hannah Höch, Johannes Baader, Raoul Hausmann, dan George Grosz, mengupayakan pencarian sebuah makna sekaligus alat ekspresi yang baru (means of expression). Mereka menolak untuk hanyut dalam arus abstraksi, tetapi juga tidak begitu saja kembali pada tradisi lukisan figuratif. Dan kolase adalah salah bentuk karya yang sering digunakan oleh para aktivis Dada itu dalam mengungkapkan keyakinan-keyakinan mereka.

Dada selalu mengenai perlawanan atas keadaan yang mapan (status quo). Dalam pandangan para aktivis Dada, status quo telah menciptakan perang yang paling menghancurkan dalam sejarah Eropa. Para aktivis Dada juga menolak kemapanan dalam bidang seni yang berwujud status seniman. Untuk hal itu, salah seorang aktivis Dada Hannah Höch pernah mengatakan bahwa “…Kami menyebutnya fotomontase karena ia merefleksikan keengganan kami untuk menyatakan diri sebagai seniman. Kami menganggap diri kami sebagai insinyur, kami mengelolanya sehingga kami membangun sesuatu, kami bilang bahwa kami meletakkan karya-karya kami bersama seperti tukang rakit.”
Kolase yang lahir bersama dengan gerakan Dada, secara perlahan mengalami kemunduran. Setelah mengalami mati suri beberapa tahun lamanya, akhirnya kolase muncul lagi kepermukaan pada tahun 1960-an. Beberapa seniman yang berhubungan dengan gerakan pop art mulai menggunakan foto-foto dan tulisan majalah untuk menciptakan bentuk kolase dalam menyampaikan ide-ide mereka. Kebangkitan punk di Inggris juga ikut menyumbang kembalinya kolase ke pentas seni dunia, dan salah satu kolase punk yang cukup terkenal hingga detik ini dapat dilihat pada kolase “God Save the Queen” yang dibuat oleh Jamie Reid pada tahun 1977 untuk band Sex Pistols.
Kebangkitan yang penting selanjutnya dalam penggunaan kolase di Eropa berkaitan dengan gerakan politik antinuklir di tahun 1980-an. Banyak karya yang dirancang untuk digunakan dalam spanduk atau poster demonstrasi gerakan antinuklir itu. Peter Kennard dan Klaus Staeck adalah 2 (dua) nama yang dapat disebut berkaitan dengan kebangkitan kolase di tahun 1980-an. Keduanya telah banyak menghasilkan kolase yang politis. Klaus Staeck bahkan dapat dianggap sebagai penerus tradisi kolase Heartfield dari gerakan Dada, karena banyak kolasenya yang berbentuk single image with caption menyertakan tulisan kalimat kritik politis yang cerdas. Dalam gerakan Dada, memang Heartfield menjadi semacam pelopor dari bentuk kolase single image with caption. Berkaitan dengan bentuk kolase single image with caption, Heartfield menganggap bahwa tulisan dan gambar dapat saling berinteraksi satu dengan lainnya untuk menghadirkan sindiran visual yang masuk akal.



Tema dan Semangat dalam Kolase
Mengenai tema yang diangkat dalam karya kolase, setidaknya dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu tema yang sifatnya sosial dan politik, serta tema yang sifatnya personal. Pada gerakan Dada, walaupun penuh dengan semangat yang politis, namun tidak semua aktivisnya ikut menghadirkan tema-tema politik ke dalam karya-karya mereka. Tidak seperti halnya Heartfield yang karya-karya kolasenya sangat politis, Kurt Schwitters malah lebih sering untuk mengangkat tema yang sifatnya sangat personal, bahkan terkesan absurd.
Bila kembali melihat pada masa awal lahirnya kolase, maka setidaknya terdapat ciri khas semangat yang dibawa oleh karya kolase itu. Yaitu, yang pertama, adanya semangat ingin selalu mengadakan perubahan. Mengambil gambar di sana-sini dari berbagai sumber yang berlainan, kemudian berusaha menyatukan semua potongan gambar itu dalam satu bidang, cukup kuat mengesankan proses ingin menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama, keinginan untuk membongkar struktur lama dan kemudian memperbaruinya.
Ke dua, adalah semangat pemberontakan terhadap struktur-struktur yang mapan. Gambar-gambar dari suatu sumber yang biasanya dilindungi oleh hukum sebagai hak kekayaan intelektual, dalam kolase dijungkirbalikkan dengan seenaknya oleh pembuat kolase, mengambilnya dan kemudian menyatukannya dengan gambar lain yang juga, mungkin, dilindungi oleh lembaga copyright tadi.
Termasuk pula dalam pemahaman semangat pemberontakan terhadap lembaga mapan ini adalah semangat dalam menghancurkan kemapanan tembok pembatas antara seniman dengan nonseniman, antara siapa yang pantas disebut seniman dengan yang bukan seniman. Dengan penghancuran tembok pembatas ini, semua orang adalah seniman, ia dapat saja dengan mudah menghasilkan karya seninya sendiri tanpa harus belajar lebih dulu di sekolah seni ataupun mengikuti kursus seni. Untuk hal itu, G. Jula Dech pernah berkomentar, bahwa kolase itu mempunyai arti penting secara politis, karena di dalamnya terdapat “…penekanan yang kuat pada elemen-elemen teknik dalam sebuah serangan pada estetika borjuis yang irrasional…”, dan juga “…sebagai teknik yang dapat dipelajari, khususnya oleh massa umum dari para seniman amatir”.
Dan yang ke tiga, adalah perayaan atas pluralitas atau perayaan atas keberagaman untuk menuju sesuatu yang baru atau yang lebih baik. Dalam kolase, akan ada banyak obyek yang berlainan yang diambil dari berbagai sumber kemudian disatukan menjadi suatu bentuk yang memiliki arti yang baru. Bentuk-bentuk yang berbeda latar belakang sumber asalnya disatukan atau diharmoniskan untuk mencapai sesuatu yang unik sekaligus indah. Keberagaman asal sumber potongan gambar yang kemudian disatukan, kuat mengesankan muatan semangat ingin merayakan keberagaman untuk menuju sesuatu yang indah. Lebih dalam lagi, ini mengandung arti bahwa adanya perbedaan adalah untuk saling memahami. Yaitu, bahwa di balik perbedaan tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan yang bisa saling menutupi, saling membantu satu dengan yang lainnya untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.

 By: Widinia Dinda Ayuningtyas

Thursday, August 26, 2010

TARI KECAK seni tari tradisonal Bali yang sarat akan ritual kepada arwah nenek moyang

Reverensi: wikipedia indonesia dan arsip pribadi tahun 2008-an.

Tari kecak adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki.
Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan irama tertentu merukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Brahmana.

Namun demikian, Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak sepeti papan catur mengelilingi pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Surigwa.

Lagu tari kecak diambil dari ritual tarian Sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman, Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana.

Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Balinya.

By: Sintia Rahmah Nisa

Wednesday, August 25, 2010

Batik asli buatan Indonesia..

bingung harus nge-post apa..?!
apa aja deh, yg penting bisa ngasih pengetahuan buat yang baca yaa.. aminn ;D

Batik, I LOVE BATIK,, what...???
Batik itu adalah kesenian asli Indonesia oleh para pengrajin Indonesia pula. Menurut saya batik merupakan prestasi bangsa Indonesia dan patut dibanggakan, karena kita harus cinta produk buatan negeri sendiri.
Memang sulit untuk menggunakan produk dalam negeri, karena pengaruh GLOBALISASI kita tidak ingin ketinggalan zaman oleh mode dunia.

Pengertian BATIK :
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.


Teknik pembuatan :
Yang pertama, adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunkan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain.
Kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan. sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

By: Widinia Dinda Ayuningtyas

FIRST POST, kebudayaan Jepang di musim semi dan musim panas

FIRST POST!!
Ngepost apa ya? :)

Karena tugasnya bikin blog tentang seni dan kebudayaan, dan karena saya suka sama Jepang, saya mau update soal Jepang deh for the first time. Hehehe.

Well, sebelum menginjak topic, blog referensi saya buat ngeupdate tentang budaya-budaya Jepang kebanyakan dari blog ini: Greatrendyman

Isinya udah keren, pake bahasa Indonesia lagi. Dan exclusive langsung dilaporkan dari Jepang dan dialami langsung sama si owner blog. Ya, jadi dia itu orang Indonesia yang kerja di Jepang dan sering post tentang sisi kebudayaan Jepang yang bahkan belum kita ketahui sama sekali.

Ya, selama ini kita cuma tahu kalo Jepang itu identik sama anime, manga, harajuku, cosplay, dan lain lain.

Tapi di sini, saya mau ngeshare soal budaya lain yang biasanya dilakukan di Jepang.

Misalnya, pada musim semi, mereka akan menggelar tikar di bawah pohon sakura, dan bersama sama mengadakan piknik di bawah pohon sakura bersama-sama dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerja. Kegiatan tersebut disebut hanami.

Yang diambil dari kata "hana" yang artinya bunga, dan "mi" yang berarti melihat. Jadi, hanami pada umumnya berarti melihat bunga.

Namun, orang Jepang sendiri menafsirkan hanami adalah sebagai pesta atau moment kumpul bersama keluarga di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran.

Kemudian, pada musim panas, ada festival yang biasanya diadakan pada saat hari pertama musim panas. Festival ini biasa disebut festival tanabata.

Semua orang mengenakan yukata (baju adat Jepang khusus untuk musim panas, yang lebih tipis dari kimono) pada saat festival ini berlangsung.

Festival ini konon diadakan karena pada saat malam pertama musim panas, putri kaguya (dewi yang dipercaya masyarakat Jepang adalah dewi bulan) turun ke Bumi untuk bertemu kekasihnya *lupa siapa namanya haha*.

Festival tanabata biasanya diadakan pada malam hari dan ditutup oleh melihat pesta kembang api bersama-sama. Pada saat festival ini pula, dibuka berbagai kios yang menjual berbagai macam makanan dan permainan, memanjang di sepanjang area festival tanabata berlangsung.

Sehabis tanabata dilangsungkan, biasanya tempat pemandian di Jepang akan penuh sesak oleh orang-orang yang ingin berendam, mendinginkan diri.
Karena musim panas, akan datang, dan asal tahu saja, musim panas di Jepang, perbedaannya sangat jauuuh apabila dibandingkan dengan hari terpanas di Indonesia sekalipun.

Karena menurut sensei saya yang sudah pernah tinggal di sana, suhu di Jepang pada saat musim panas, bukan hanya panas terik, tapi panas yang benar-benar panas, selain itu juga udara di sana lembab karena Jepang adalah negara kepulauan.

Kata sensei saya, "Pokoknya kalo udah musim panas di Jepang pengennya diem di rumah, soalnya panas di luar bener-bener ga enak."

Ya, begitulah. Karena masih post pertama, saya masih agak kaku dalam menyampaikan posting yang bisa membuat orang menarik untuk membacanya. Karena biasanya saya menulis blog hanya untuk saya sendiri, dan saat disuruh membuat blog untuk dibaca oleh orang yang skalanya lebih besar, saya kebingungan menggunakan bahasa hahaha.

I think, enough for now, and see you later! ^^


-admin SRN-
(Sintia Rahmah Nisa^^)