Wednesday, August 25, 2010

FIRST POST, kebudayaan Jepang di musim semi dan musim panas

FIRST POST!!
Ngepost apa ya? :)

Karena tugasnya bikin blog tentang seni dan kebudayaan, dan karena saya suka sama Jepang, saya mau update soal Jepang deh for the first time. Hehehe.

Well, sebelum menginjak topic, blog referensi saya buat ngeupdate tentang budaya-budaya Jepang kebanyakan dari blog ini: Greatrendyman

Isinya udah keren, pake bahasa Indonesia lagi. Dan exclusive langsung dilaporkan dari Jepang dan dialami langsung sama si owner blog. Ya, jadi dia itu orang Indonesia yang kerja di Jepang dan sering post tentang sisi kebudayaan Jepang yang bahkan belum kita ketahui sama sekali.

Ya, selama ini kita cuma tahu kalo Jepang itu identik sama anime, manga, harajuku, cosplay, dan lain lain.

Tapi di sini, saya mau ngeshare soal budaya lain yang biasanya dilakukan di Jepang.

Misalnya, pada musim semi, mereka akan menggelar tikar di bawah pohon sakura, dan bersama sama mengadakan piknik di bawah pohon sakura bersama-sama dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerja. Kegiatan tersebut disebut hanami.

Yang diambil dari kata "hana" yang artinya bunga, dan "mi" yang berarti melihat. Jadi, hanami pada umumnya berarti melihat bunga.

Namun, orang Jepang sendiri menafsirkan hanami adalah sebagai pesta atau moment kumpul bersama keluarga di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran.

Kemudian, pada musim panas, ada festival yang biasanya diadakan pada saat hari pertama musim panas. Festival ini biasa disebut festival tanabata.

Semua orang mengenakan yukata (baju adat Jepang khusus untuk musim panas, yang lebih tipis dari kimono) pada saat festival ini berlangsung.

Festival ini konon diadakan karena pada saat malam pertama musim panas, putri kaguya (dewi yang dipercaya masyarakat Jepang adalah dewi bulan) turun ke Bumi untuk bertemu kekasihnya *lupa siapa namanya haha*.

Festival tanabata biasanya diadakan pada malam hari dan ditutup oleh melihat pesta kembang api bersama-sama. Pada saat festival ini pula, dibuka berbagai kios yang menjual berbagai macam makanan dan permainan, memanjang di sepanjang area festival tanabata berlangsung.

Sehabis tanabata dilangsungkan, biasanya tempat pemandian di Jepang akan penuh sesak oleh orang-orang yang ingin berendam, mendinginkan diri.
Karena musim panas, akan datang, dan asal tahu saja, musim panas di Jepang, perbedaannya sangat jauuuh apabila dibandingkan dengan hari terpanas di Indonesia sekalipun.

Karena menurut sensei saya yang sudah pernah tinggal di sana, suhu di Jepang pada saat musim panas, bukan hanya panas terik, tapi panas yang benar-benar panas, selain itu juga udara di sana lembab karena Jepang adalah negara kepulauan.

Kata sensei saya, "Pokoknya kalo udah musim panas di Jepang pengennya diem di rumah, soalnya panas di luar bener-bener ga enak."

Ya, begitulah. Karena masih post pertama, saya masih agak kaku dalam menyampaikan posting yang bisa membuat orang menarik untuk membacanya. Karena biasanya saya menulis blog hanya untuk saya sendiri, dan saat disuruh membuat blog untuk dibaca oleh orang yang skalanya lebih besar, saya kebingungan menggunakan bahasa hahaha.

I think, enough for now, and see you later! ^^


-admin SRN-
(Sintia Rahmah Nisa^^)

No comments:

Post a Comment

ayo tinggalkan pesan :D